Senin, 24 September 2012

HMI Komisariat Sastra 'Komsas' Jember

Sebelumnya saya minta maaf jika anda tidak menemukan informasi tentang HMI Komisariat Sastra Jember yang sebenarnya. Saya hanya mau curhat dikit. Karena dulu saya pernah menjadi seorang kader HMI (Himpunan Mahasiswa Islam).

HMI Cabang Jember

Pertama-tama, semoga teman-teman komsas cabang jember sehat wal afiat. Yang kedua, Kuliah itu perlu di prioritaskan dari pada yang lain. Misalnya:

  • Kuliah lebih penting dari pada komsas itu sendiri
  • Utamakan Kuliah dari pada pacaran
  • Perbanyak waktu belajar dari pada ngopi

Semoga tiga contoh keutamaan kuliah di atas dapat mengembalikan niat awal anda ketika hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Universitas Jember Jurusan Sastra.

Yang ketiga, pasti ada kontroversi tulisan ini ketika ada salah seorang alumni komsas tahu. Mengapa? karena sebagian alumni komsas tersebut ideal. Kata ideal disini artinya sudah tahu terjal, kok masih mengarahkan dengan urat leher.

Sebelum anda yang merasa "inilah aku" merasa kesal dengan curhatan ini. Sebaiknya saya sebutkan dulu maksud dan tujuan saya menulis artikel ini.

Jika diantara kader-kader komsas tahu alumni yang bernama Yahya Sofyan Ashari, tolong beritahu dia untuk menghubungi saya di:

Email: yadikhendriyanto@gmail.com

Nope: 082334105700

Saya ucapkan terimakasih kepada kader HMI Cabang Jember yang telah bersedia menyampaikan pesan saya. Mari kita lanjutkan…

Organisasi adalah sebuah wadah yang terstruktur dengan rapi. Ada namanya divisi, kabid, sekretaris, bendahara, dan ketua umum. Contohnya:

  • Ketua Umum
  • Sekretaris
  • Bendahara
  • Kabid "ketua bidang" PPPA
  • Kabid KPP
  • Dan lain sebagainya.

Itulah sedikitnya yang saya ingat tentang struktural di komsas jember.

Jika tidak salah ingat, HMI itu termasuk organisasi ekstra (diluar kewenangan universitas jember). Artinya, segala kegiatan yang dilakukan oleh komisariat sastra, Unej tidak ikut campur. Tetapi mahasiswa yang termasuk keluarga besar Unej, mereka punya hak atas suatu kegiatan yang berada di dalam ranah kampus. Tapi, sangat tidak baik ketika persoalan di luar kampus dibawa ke dalam kampus.

Yang terakhir, andalah para kader HMI Komsas (Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Sastra) yang duduk di bangku kuliah masih punya kesempatan dalam memilih cita-cita ke kehidupan selanjutnya. Tidak seperti saya yang sedang dalam rantau indahnya lentera malam.

NB: bagi yang tidak kenal saya, tidak baik bertanya tentang saya. Cukup anda sampaikan pesan saya ini kepada Yahya, itu lebih baik. Yakusa

2 komentar:

Rusman mengatakan...

wah membangun jiwa nasiolismenya cukup membangaun, memang harus ada pihank yang siap berswadaya untuk meningkatkan mutu pendidikan

DENI ADAM MALIK mengatakan...

well done..lanjutkan

Posting Komentar