Senin, 08 April 2013

Mengenal Pengertian Dan Jenis Gurindam

Gurindam adalah satu bentuk puisi Melayu lama yang terdiri dari dua bait, tiap bait terdiri dari 2 baris kalimat dengan rima yang sama, yang merupakan satu kesatuan yang utuh. 

Gurindam masuk ke Indonesia dibawa oleh orang Hindu atau pengaruh sastra Hindu kira – kira tahun 100 Masehi. Kata “gurindam” sendiri berasal dari bahasa Tamil (India) “kirindam” yang berarti perumpamaan atau mula – mula amsal.

Baris pertama berisikan semacam isyarat, soal, masalah, hal, atau perjanjian dan baris kedua berisikan jawaban atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.

Tidak seperti pantun satu bait gurindam hanya terdiri dari 2 larik. kedua larik ini saling berkaitan satu sama lain. Jadi jika larik pertama adalah sebab maka larik kedua adalah akibat, jika larik pertama adalah pertanyaan maka larik kedua adalah jawaban.
 
Berikut ini adalah ciri-ciri gurindam:
·      Satu bait terdiri dari 2 larik/baris
·      Jumlah suku kata tiap larik tidak ditentukan (umumnya 10-14 suku kata)
·      Ada hubungan sebab akibat antara larik satu dengan dua
·      Sajak A-A
·      Isi terletah di larik kedua
·      Berisikan nasihat atau kata-kata mutiara
 
Contoh gurindam :
Barang siapa tiada memegang agama,
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
 
Barang siapa mengenal yang empat,
Maka ia itulah orang yang ma’rifat.
 
Gendang gendut tali kecapi
Kenyang perut senang hati
 
 
Raja Ali Haji merupakan pengarang gurindam yang terkenal dengan karya yang berjudul “Gurindam Dua Belas”. Definisi gurindam menurut Raja Ali Haji adalah syarat dan sajak akhir pasangannya, tetapi sempurna perkataannya dengan syarat dan sajak yang kedua seperti jawab.
 
Gurindam dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
 
1.     Gurindam Berangkai
Yaitu gurindam yang kata pertama dalam baris pertama setiap gurindam adalah sama.
 
Contoh :
cahari olehmu akan sahabat
yang dapat dijadikan obat
 
cahari olehmu akan guru
yang mampu memberi ilmu
 
cahari olehmu akan kawan
yang berbudi serta berkawan
 
cahari olehmu akan abadi
yang terampil serta berbudi
 
2.     Gurindam Berkait
Yaitu gurindam yang bait pertamanya mempunyai hubungan dengan bait berikutnya.
 
Contoh :
sebelum bekerja pikir dahulu
agar pekerjaan selamat selalu
 
kalau bekerja terburu-buru
tentulah banyak keliru